Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim.
Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Makalah Parasitologi dengan judul “Isospora Belli” ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Makalah Parasitologi dengan judul “Isospora Belli” ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Ibu Sulasmi, SKM.,M.Kes
selaku dosen pengampu pada mata kuliah Parasitologi yang telah memberikan
ilmu dan sumbangsinya dalam menyusun
makalah ini.
2.
Bapak dan Ibu tercinta yang
telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun spiritual.
3.
Teman-teman yang tercinta
yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi dalam menyusun
makalah ini.
4.
Dan semua pihak yang telah
membantu dalam menyusun makalah ini.
Dalam makalah ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai
“Isospora Belli”. Namun dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan
oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan penulis dari semua
pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun makalah.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,
baik itu penulis terlebih kepada
pembacanya.
Wasallam
Makassar, April
2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A.
Latar Belakang ....................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah ................................................................................. 1
C.
Tujuan .................................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A.Sejarah ................................................................................................... 3
B.
Penyebaran ........................................................................................... 3
C.
Tingkatan Taksonomi.............................................................................. 4
D.Morfologi................................................................................................ 4
E.
Habitat.................................................................................................... 5
F.
Siklus Hidup........................................................................................... 5
G.Penyebaran Penyakit............................................................................... 7
H.Pencegahan ............................................................................................ 7
I.
Upaya yang
dilakukan Pemerintah dalam mencegah Penyakit ini.......... 8
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 9
A. Kesimpulan............................................................................................. 9
B. Saran ...................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Parasit
adalah Organisme yang hidup pada permukaan tubuh atau di dalam organisme lain
dan untuk kelangsungan hidupnya mengambil sebagian atau seluruh makanan serta mendapat
perlindungan dari organisme lain tersebut.
Atau parasit adalah organisme
yang hidup sementara/menetap dan pada permukaan/di
dalam. Dengan maksud mengambil sebagian/seluruh
kebutuhan makanan dan mendapat perlindungan.
Ilmu yang khusus menangani mengenai parasit adalah Parasitologi. Hubungan timbal balik antara parasit dengan hospes yang berguna
untuk kelangsungan hidup parasit tersebut disebut parasitisme.
Dalam makalah ini
parasit yang yang menjadi pembicaraan adalah Isospora Belli, dimana parasit ini
termasuk kelas sporozoa. Parasit yang termasuk dalam kelas sporozoa ini berkembang biak bergantian secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan ini dapat
terjadi dalam satu hospes yang ditemukan pada coccidia, sedang pada
Haeosporidia di perlukan dua macam hospes yang berlainan jenis.
Perkembangbiakan secara aseksual disebut Schizogoni dan berkembangbiakan secara
seksual disebut Sporogoni.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa itu Isospora Belli dan bagaimana sejarah dari parasit Isospora belli ?
2.
Bagaimana penyebaran dari parasit Isospora Belli ?
3.
Bagaimana tingkatan Taksonomi dari parasit Isospora Belli ?
4.
Bagaimana morfologi dari parasit Isospora Belli ?
5.
Di mana habitat dari parasit Isospora Belli ?
6.
Bagaimana siklus hidup dari parasit Isospora Belli ?
7.
Bagaimana penyebaran penyakit yang disebabkan oleh parasit Isospora Belli ?
8.
Bagaimana upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit penyebab parasit
Isospora Belli ?
C.
Tujuan
Tujuannya
adalah untuk mengetahui tentang parasit Isospora belli, yakni mengenai sejarah,
penyebaran, taksonomi, morfologi, habitat, siklus hidup, penyebaran penyakit,
dan pencegahannya.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Kjelberg pertama
kali melihat Isospora Belli pada
tahun 1860 dalam vili dari usus kecil manusia, dan Eimer mengkonfirmasi
hal ini pada tahun 1870. Pada
tahun 1890 Raillet dan Lucet menemukan ookista
dalam tinja, dan Wenyon
menggambarkan ookista dan spora pada tahun
1915. Ada kebingungan antara dua
spesies Isospora pada manusia, Isospora Belli dan
Isospora Hominis, sampai
saat Wenyon (1923-1926)
mampu membedakan dua spesies mikroskopis: ookista yang
lebih kecil diklasifikasikan sebagai Isospora Hominis, dan
ookista berukuran lebih besar ditetapkan sebagai Isospora Belli. Ada
perbedaan lain: biasanya, ketika gudang dalam
tinja ookista dari Isospora Hominis yang matang dan mengandung sporocysts,
sedangkan pada tinja segar Isospora ookista Belli belum matang. Deskripsi
Wenyon tentang Isospora Hominis dan
Isospora Belli sebagai
spesies terpisah menginfeksi manusia
berlangsung hingga tahun 1972, tetapi ketika siklus hidup Isospora Hominis ditemukan
mirip dengan Sarcocystis spp, parasit ini dipindahkan
ke genus ini (Isospora).
B. Penyebaran
Isospora belli
memiliki distribusi cosmopolitan atau
termasuk parasit yang kosmopolit yang terjadi di seluruh dunia, tapi lebih umum dan sering ditemukan terjadi di daerah
tropis dan subtropis. Distribusi
geografik: penyebarannya luas, walaupun jarang ditemukan. Daerah
endemi ditemukan di Afrika Selatan, Amerika Selatan, RRC, India, Jepang,
Filipina, Indonesia & pulau2 di Pasifik .
C. Tingkatan Taksonomi
Ø Kerajaan (Kingdom) : Protista
Ø Subkingdom : Biciliata
Ø Infrakingdom : Alveolata
Ø Filum : Apicomplexa
Ø Kelas : Conoidasida
Ø Subkelas : Coccidiasina
Ø Ordo : Eucoccidiorida
Ø Subordo : Eimeriorina
Ø Famili : Eimeriidae
Ø Genus : Isospora
Ø Spesies : Belli
D. Morfologi
1.
Berbentuk oval
2.
Ookista Isospora.
Belli berukuran 25-33 mikron
3.
Dinding lapis dua, rata
& tidak berwarna, sitoplasma bergranula & mempunyai satu inti.
4.
Ookista menjadi matang dalam wkt 1-5
hr. Sporokista menghasilkan 4 sporozoit
yang bentuknya memanjang & mempunyai satu inti
5.
Infeksi terjadi bila
tertelan ookista / sporokista matang
E. Habitat
Hospes dari parasit ini adalah manusia dan
binatang lainnya. Di dalam tubuh manusia habitat dari parasit ini adalah di
Vili Usus Halus manusia.
F. Siklus Hidup
1.
Ookista yang belum matang keluar bersama tinja orang yang terinfeksi, yang
mengandung sporoblas
2. Kemudian dalam pematangan
lebih lanjut setelah ekskresi, sporoblast membagi dalam dua ( ookista sekarang
berisi dua sporoblasts ).
3. Sporoblasts
mensekresikan dinding kista , sehingga menjadi sporocysts ; dan sporocysts
membagi dua kali untuk menghasilkan empat sporozoit. Yang mana fase ini, ookista atau sporokista sudah matang.
4. Infeksi terjadi jika Ookista atau sporokista yang sudah matang tertelan.
5. Kemudian sporokista masuk ke dalam usus, khususnya di bagian Vili Usus
manusia dan setelah itu sporokista melepaskan spozoit.
G. Penyebaran Penyakit
Nama penyakit yang disebabkan oleh parasit
ini adalah Isosporiasis. Sama dengan penyebaran parasit ini, penyebaran
penyakitnya juga dapat ditemui di seluruh dunia (kosmopolit), terutama di
daerah tropis dan subtropis. Modus penularan dari penyakit Isosporiasis adalah
fecal-oral, yaitu melalui makanan atau air yang terkontaminasi/tercemar dengan
kotoran manusia.
Penyebaran penyakit ini mudah ditemukan di
daerah endemi karena sanitasi lingkungan dari daerah yang endemi belum bisa
dikatakan baik/memenuhi standar.
H. Pencegahan
·
Pendidikan
kesehatan, untuk mencegah penyebaran penyakit parasit Isospora belli,
terutama daerah yang endemi dengan penyakit ini. Yakni dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat di
daerah endemis tentang cara-cara penularan dan cara pemberantasan penyakit ini.
·
Persediaan
air minum, air untuk mandi dan mencuci pakaian hendaknya diambil dari sumber
yang bebas ookista atau sporokista
·
Mengurangi kebiasaan masyarakat membuang tinja di
sembarang tempat.
·
Pengawasan
higiene dan sanitasi yakni dengan menjaga kebersihan perorangan dan
kebersihan lingkungan untuk menghindari kontak dengan tinja penderita yang
mengandung ookista.
I. Upaya yang dilakukan Pemerintah dalam
mencegah penyakit ini, yaitu:
·
Pemerintah berupaya menyadiakan jamban sehat bagi
masyarakat awam yang belum mengerti mengenai jamban sehat, yang dikenal dengan
program Jambanisasi.
·
Pemerintah menyediakan air bersih yakni dengan
menyediakan air PDAM.
·
Memberikan stimulan kepada masyarakat berupa
sumbangan uang, agar masyarakat dapat membuat jamban sehat sendiri.
·
Menyalurkan tenaga sanitasi di masyarakat agar
dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai jamban sehat, mengenai
PHBS(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), seperti mengupayakan agar jamban dengan
tempat penampungan air memiliki jarak sehingga kontaminasi dengan parasit
berkurang.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Isospora merupakan bagian dari tatanan coccidia
parasit intraseluler yang melewati tahap-tahap perkembangan di dalam hewan
inang serta dalam lingkungan eksternal. Parasit ini menargetkan usus kecil, di
mana ia berkembang dalam jaringan mukosa. Berbagai tahap pembangunan pada
akhirnya menghasilkan telur mikroskopis, atau ookista, yang diekskresikan
dengan kotoran. Dalam kondisi yang tepat, ookista akan mengembangkan untuk
membentuk ookista sporulated dalam 1 sampai 3 hari. Setelah dimakan, ookista
melepaskan empat sporozoit terkandung dalam setiap sporocyst dalam lumen usus.
B.
Saran
Kebersihan lingkungan merupakan salah satu
faktor dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, serta dapat
mengurangi terjadinya berbagi pencemaran. Sehingga diharapkan warga harus proaktip dan mendukung
kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia, sehingga tercipta lingkungan yang
bersih dan sehat. Sehingga mereka dapat bekerja dan berkarya lebih
maksimal menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
·
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=penyebaran%20penyakit%20dari%20parasit%20isospora%20belli%20ppt&source=web&cd=3&ved=0CEAQFjAC&url=http%3A%2F%2Fkarofarmasirolas.files.wordpress.com%2F2013%2F04%2Fclassis-sporozoa.ppt&ei=90hLU_XbNsSF8gXImYC4CQ&usg=AFQjCNHPqk0RFAROf67aTTPl4B-pBdGSHw&sig2=EnyKptC-Q8bTJPdvQHL-pA&bvm=bv.64542518,d.dGc (diakses pada tanggal 9 April 2014)
·
Wikipedia
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.html# (diakses pada tanggal 9 April 2014)
·
http://herdianaakhyar.blogspot.com/2012/10/teknik-pemeriksaan-protozoa-usus.html (diakses pada tanggal 10 April 2014)
·
http://dna.kdna.ucla.edu/parasite_course-old/isospora_files/subchapters/historical.html (dikses pada tanggal 11 April
2014)
·
http://www.stanford.edu/class/humbio103/ParaSites2006/Isosporiasis/index.html (diakses pada tanggal 11 April 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar