DOSEN : KHIKI PURNAWATI K , S.ST , M.Kes
MATA KULIAH : PMM-A
LAPORAN
HASIL PRAKTIKUM PEMERIKSAAN KADAR ARSEN (As) PADA UDANG DI PASAR PANAKKUKANG
KELURAHAN BORONG RAYA KECAMATAN
PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR

Oleh :
PO714221151063
: Karmila
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2017
Dasar
teori
Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami
ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga
dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam
maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah
sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti
ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik).
Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan
bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik
trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida, sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima
adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, Ca arsenat).
Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial
untuk menimbulkan terjadinya keracunan
akut.
Logam arsen sebenarnya tidak beracun
hanya saja bila dalam jumlah yang banyak dapat menjadi beracun. Hal ini
dipengaruhi oleh respirasi seluler dengan mengkombinasikan dengan bebrapa
Sulphydril dari enzim mitokondrial, oksidasi piruvat dan phosfatase tertentu.
Arsen memiliki target pada endotel pembuluh darah, terhitung banyaknya lesi
yang disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas pembuluh darah, edema jaringan
dan hemorrhagi, pada saluran pencernaan. Keracunan arsen dapat timbul melalui
saluran cerna yang berasal dari oksida arsen, bubuk putih tidak berasa dari
cuprum, sodium dan potassium arsenic, arsen dari calcium lead, arsen sulfide,
gas arsen (industri).
Karakteristik arsen
Arsen berwarna
abu-abu, namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Arsen di airdi temukan
dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain (wijanto, 2005). arsen
secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor, dan sering
dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun.
Ketika dipanaskan, arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen, yang berbau
seperti bau bawang putih. Arsen dan beberapa
senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas
tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsen ditemukan dalam dua
bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik,dengan berat jenis 1,97 dan 5,73.c
HASIL
Pemeriksaan
arsen (as) dengan sampel udang
Sampel : udang
Jenis pemeriksaan :
arsen (As)
Tanggal /jam: 3 april
2017 / 16.43 wita
Asal sampel/ lokasi :
pasar panakkukang , jl.pengayoman , kecamatan panakkukang , kota Makassar
Tujuan : mengetahui
kadar arsen (As)
Alat dan bahan :
1
. Arsen KIT (arsen I , arsen II , strip arsen)
2
. Gelas ukur 100 ml
2
. Udang 25 gram
3
. Aquades / air
4
. Timbangan
5
. Tabung arsen (arsen kit)
6
. Stamper dan lumpang
Prosedur kerja :
1 . Sampel udang di
timbang sebanyak 25,00 gram
2 . Kemudian masukkan
ke dalam gelas ukur dan tuang ke dalam lumpang
3 . Setelah itu
haluskan udang dengan menggunakan stamper
4 . Lalu masukkan
kembali ke dalam gelas ukur dan tambahkan aquades / air secukupnya sampai
sampel udang tidak terlihat mengental
5 . Kemudian masukkan
sampel sebanyak 50 ml ke dalam tabung arsen dan tambahkan air 50 ml
6 . Setelah itu ,
tambahkan arsen I dan arsen II masing – masing 1 sendok arsen
7 . Lekatkan strip
arsen pada penutup tabung dan diamkan selama 20 menit
8 . Amati strip dengan
indicator yang telah di sediakan jika tidka terjadi perubahan pada strip arsen
maka hasilnya 0 (nol)
Berdasarkan hasil praktikum yang telah kami lakukan ,
pada pemeriksaan kadar arsen (As) dengan sampel udang diperoleh hasil 0 ( nol )
ANALISA
HASIL
Sumber Pencemaran Oleh arsen keberadaan
arsen di alam (meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen,udara, air dan
biota), produksi arsen di dalam industri, penggunaan dan sumber pencemaran
arsen di lingkungan terdistribusi sebagai mineral. Secara kasar kandungan arsen
di bumi antara 1,5-2 mglkg (NAS, 1977).Bentuk oksida arsen banyak ditemukan
pada deposit/sedimen dan akan stabil bila berada dilingkungan.Tanah yang tidak
terkontaminasi arsen ditemukan mengandung kadar As antara 0,240mg/kg, sedang
yang terkontaminasi mengandung kadar As rata-rata lebih dari 550 mg/kg(Walsh
& Keeney, 1975). Menurut WHO ambang
aman tertinggi arsen dalam air tanah sebesar 50 ppb ( bagian per milliar)
. Beberapa tempat di bumi mengandung
arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Kebanyakan
wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah alluvial yang merupakan
endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Arsenik dalam
air tanah bersifat alami dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena
tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah
(www.wikipedia.org, 2009).Arsen terlarut dalam air dalam bentuk organik dan
anorganik (Braman, 1973; Crecelius,1974).
Oleh karena itu , dan Berdasarkan keputusan menteri negara lingkungan hidup
no.51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut kadar maksimum
arsen yang diperbolehkan adalah 0,012 mg/l dan berdasarkan hasil pemeriksaan
kadar arsen pada salah satu biota laut yaitu udang maka diperoleh hasil kadar
arsen 0 (nol) ini membuktikan bahwa tempat berasalnya udang tersebut sebelum
dipasarkan tidak mengandung arsen dan pada saat sampai di pasar udang tersebut
juga tidak terkontaminasi oleh air yang digunakan oleh penjual untuk tetap
menjaga kesegaran udang agar tidak terlihat kering .
KESIMPULAN
Berdasarkan keputusan menteri negara lingkungan hidup
no.51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut kadar maksimum
arsen yang diperbolehkan adalah 0,012 mg/l dan berdasarkan hasil pemeriksaan
kadar arsen pada salah satu biota laut yaitu udang maka diperoleh hasil kadar
arsen 0 (nol) oleh karena itu udang tersebut bisa di konsumsi dan tidak
membahayakan kesehatan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar