Sabtu, 29 April 2017

Laporan Praktikum Pemeriksan Usap Alat Makan ( PMM-A )



DOSEN              :    KHIKI PURNAWATI KASIM , S.ST , M.Kes
MATA KULIAH :    PMM-A

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM  PEMERIKSAAN USAP ALAT MAKAN
( GELAS DAN GARPU )

Oleh :
PO714221151063 : Karmila


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
 TAHUN 2017



DASAR TEORI
 Dalam penyehatan makanan dan minuman, kebersihan alat makan merupakan bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas makanan dan minuman. Alat makan yang tidak dicuci dengan bersih dapat menyebabkan organisme atau bibit penyakit yang tertinggal akan berkembang biak dan mencemari makanan yang akan diletakkan di atasnya.
Angka kuman dan adanya bakteri coli pada permukaan alat makan yang telah dicuci dapat diketahui dengan melakukan uji dengan cara usap alat makan pada permukaan alat makan.
Uji sanitasi alat makan atau alat masak perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan alat tersebut. Sehingga melalui uji sanitasi alat tersebut, petugas inspeksi dari dinas kesehatan dapat menetapkan apakan alat makan tersebut sudah layak digunakan atau belum. (Anonim 2010)
Salah satu sumber penularan penyakit dan penyebab terjadinya keracunan makanan adalah makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat higiene. Keadaan higiene makanan dan minuman antara lain dipengaruhi oleh higiene alat masak dan alat makan yang dipergunakan dalam proses penyediaan makanan dan minuman. Alat masak dan alat makan ini perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan mikrobiologi usap alat makan meliputi pemeriksaan angka kuman. (Tiksundari 2013)
Sanitasi alat makan dimaksudkan untuk membunuh sel mikroba vegetatif yang tertinggal pada permukaan alat. Agar proses sanitasi efisien maka permukaan yang akan disanitasi sebaiknya dibersihkan dulu dengan sebaik-baiknya Pencucian dan tindakan pembersihan pada peralatan makan sangat penting dalam rangkaian pengolahan makanan. Menjaga kebersihan peralatan makan telah membantu mencegah terjadinya pencemaran atau kontaminasi terhadap peralatan dilakukan dengan pembersihan peralatan yang benar ).


HASIL
 A.  Metode praktikum
Metode praktikum yaitu metode swab dilakukan dengan cara di usap dengan menggunakan lidi kapas steril.
B.  Prinsip Praktikum
1.   Tangan dan meja tempat praktikum harus dalam keadaan steril.
2.   Alat dan bahan harus dalam keadaan steril.
3.   Tabung reaksi diplambir sebelum dan sesudah dimasukkan sampel untuk menjaga agar tabung tetap steril.
4.   Pipet ukur harus diplambir sebelum dan sesudah digunakan.
5.   Diperlukan ketelitian dalam melakukan percobaan.
C.  Waktu Praktikum
     1.   Praktikum Usap Alat Makan
A.   Hari/Tanggal                         :  selasa , 25 april 2017
B.   Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 10.07  WITA
2.   Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT)
A.   Hari/Tanggal                         : Rabu, 26 April 2017
B.   Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 8.30  WITA
3.   Pembacaan Hasil dan Perhitungan Jumlah Angka Kuman
A. Hari/Tanggal                         : Rabu , 26 April 2017
B. Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 10.00  WITA
D.  Tempat   
1.   Praktikum Usap Alat Makan
Lokasi praktikum usap alat makan ini berada di  kantin dan asrama putri kampus kesehatan lingkungan poltekkes makassar ,  Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Makassar.

2.   Praktikum Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) / angka kuman
Proses pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT)/ angka kuman ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
E.  Prosedur Pelaksanaan
1.   Tahap Persiapan Alat dan bahan
A.   Alat
1)  Pipet Steril 10 ml                 
2)  Petridish steril                   4 buah masing – masing pemeriksaan
3)  Lidi Kapas steril                4 buah masing – masing pemeriksaan
4)  Luas Jendela                   
5)  Erlenmeyer
6)  Pengaduk
7)  Lampu spritus
8)  Korek api
9)  Tabung reaksi
10)   Rak tabung
11)   Kompor gas
12)   Spidol
13)   Termos
14)   Gunting
15)   Autoclave
16)   Inkubator
17)   Oven
18)   Bulp

B.   Bahan
1)  Air pepton
2)  Larutan pengencer nacl 0,85%
3)  Medium Nutrien Agar
4)  Alkohol
5)  Kapas
6)  Kertas Label
2.   Tahap Pelaksanaan
     A.   Praktikum Usap Alat Makan
1)  Persiapkan sarung tangan yang steril atau bisa dengan membasahi tangan dengan menggunakan alkohol agar tangan menjadi steril.  
2)  Alat makan yang akan diperiksa masing – masing diambil 4 buah tiap jenis yang diambil secara acak dari tempat penyimpanan.
3)  Persiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi alat makan dalam kelompok – kelompok
4)  Persiapkan lidi kapas steril, kemudian buka kapas penutup tabung reaksi yang berisi air pepton.
5)  Plumbir bagian ujung dari tabung reaksi tersebut, kemudian masukkan lidi kapas steril ke dalamnya.
6)  Lidi kapas steril dalam tabung reaksi ditekan ke dinding tabung untuk membuang /memeras airnya, lalu angkat dan diusapkan pada setiap alat – alat makan yang diusapkan sampai selesai.
7)  Permukaan tempat alat makan yang diusap, yaitu:
A)  Cangkir dan gelas       :  permukaan luar dan dalam bibir setinggi 6 mm
BGarpu                          : permukaan bagian luar dan dalam alat penusuk
8)  Cara melakukan usapan :
A)  Pada cangkir dan gelas dengan usapan mengelilingi bidang permukaan.
B)  Pada sendok dan garpu dengan usapan seluruh permukaan luar dan dalam.
C)  Pada piring dengan 2 usapan pada permukaan tempat makanan dengan menyilang siku – siku antara usapan yang satu dengan garis usapan kedua dan menggunakan luas jendela untuk mewakili dari luas seluruh permukaan piring.
9)  Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3 kali berturut – turut dan satu lidi kapas digunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa.
10)   Setiap hasil mengusap 1 alat makan dari sau kelompok selalu dimasukkan ke dalam botol cairan di putar – putar dan ditekan ke dinding, demikian dilakukan berulang – ulang sampai semua kelompok diambil usapannya.
11)   Pada usapan peralatan makan, setiap usapan alat harus mencapai luas sekitar 8 inchi persegi atau 50 cm 2 dan dilakukan 5 kali (tempat) sehingga cukup mencapai luas 40 inchi atau 256 cm2
12)   Setiap satu kelompok menggunakan 1 lidi kapas sebab yang diusapkan dengan cara seperti no.11 di atas.
13)   Setelah kelompok alat makan atau luas permukaan peralatan masak diusap, lidi kapas dimasukkan ke dalam botol, lidinya dipatahkan atau digunting, dan bibir tabung dipanaskan dengan api spritus, lalu ditutup kembali dengan kapas penutupnya.
14)   Tempelkan kertas label yang telah dipersiapkan, tulis nama jenis alat makan yang telah diusap. Untuk nama pengambil, tempat pengambilan, dan tujuan pengambilan sampel ditulis dibuku catatan yang telah disiapkan oleh pengambil.
15)    Kirimkan segera ke laboratorium dengan suhu dingin untk diperiksa. Bila tidak dapat dikirim segera, disimpan dalam tempat penyimpanan dingin.
  C.   Pemeriksaan Angka Lempeng Total
1)  Siapkan larutan pengencer nacl 0,85% sebanyak masing – masing 2 tabung  dan 2 buah petridish yang diberi kode 101 dan 102  dan kontrol.
Catatan : Pengenceran yang digunakan adalah pengenceran 101 dan 10 2 sehingga yang digunakan yaitu:
 2 tabung dan 2 petridish  untuk gelas
 2 tabung dan 2 petridish  untuk garpu
2)  Ambil 1 ml larutan pengencer nacl dengan pipet steril pada tabung kode kontrol dan masukkan ke dalam petridish yang juga berkode kontrol.
3)  Ambil 1 ml sampel dengan pipet steril pada tabung yang berkode 101 (untuk satu jenis alat makan) dengan dengan pipet lepas sebanyak ±25 kali dan tidak boleh ditiup.
4)  Pipet 2 ml dari tabung tadi (yang berkode 101)  dan masukkan ke dalam petridish yang berkode 101 (untuk satu jenis alat makan) dan 1 ml sisanya ke tabung 102 lalu pipet lepas sebanyak ±25 kali
5)  Pipet 1 ml dari tabung 102 masukkan ke petridish yang sudah diberi kode 102.
6)  Tuangi petridish yang berisi sampel dengan nutrien agar 55˚C – 56˚C sebanyak ±15 ml
7)  Digoyang-goyang agar rata dan biarkan beku
8)  Balik petridish dan masukkan ke dalam inkubator untuk dieramkan dengan suhu 37˚C selama 1 x 24 jam
D.   Pembacaan Hasil dan Perhitungan ALT / Angka Kuman
1)  Keluarkan petridish yang berisi sampel yang telah dieramkan selama 1 x 24 jam
2)  Hitung jumlah kuman yang berbentuk bulatan pada sampel, kemudian masukkan ke dalam rumus yang telah ditentukan
3)  Adapun perhitungan jumlah kuman yang terbaca, yaitu:

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTTqg2JbU-OHht5TQEgaLF3gSZg7Q7qGzFVbKrzmfE2wnJgWmXNH7JKUhvfdakEospfrEDuKi0EDAQmFwlZyeqe-iau8jGNlMpQkUH-rA1JWEa6XAmmlbUH3s13se4Cb-9xg7g6or-ZBo/s320/catsh.jpg
(AGarpu
·      Untuk pengenceran pertama (101) = 114 koloni
·      Untuk pengenceran kedua (102) =   12 koloni 
·      Untuk kontrol = 9  koloni/cm2
Maka perhitungannya sebagai berikut :
ALT    = (1149) x 10 + (129) x 100                                                                
                                  2
            = 105 x 10 + 3 x 100
                               2
            = 1.050 + 300 = 675 koloni/cm2
                        2
(BGelas
·      Untuk pengenceran pertama (101)   =  53  koloni
·      Untuk pengenceran kedua (102) =  22 koloni  
·      Untuk kontrol =  9 koloni/cm2
Maka perhitungannya sebagai berikut :
ALT    = ( 53 9 ) x 10 + (  22   9 ) x 100 
                                      2
            = 44 x 10 + 13 x 100
                              2
            = 440 + 1.300 = 870 koloni/cm2
                         2

ANALISA HASIL
Setelah dilakukan praktikum, kami dapat menganalisa bahwa pertumbuhan koloni bakteri pada pengencer yang tinggi diperoleh angka kuman yang tinggi, jadi semakin rendah tingkat pengencerannya maka akan diperoleh nilai angka kuman yang semakin rendah pula.Dan perhitungan pada kontrol yang seharusnya tidak terdapat kuman, karena dalam kontrol hanya terdapat pengencer steril yang tidak ditumbuhi atau ditaburi koloni bakteri, ternyata masih terdapat angka kuman yang banyak. Maka dapat dianalisa bahwa pengusapan alat makan seperti sendok, piring dan mangkok tidak memenuhi syarat hal tersebut dikarenakan jumlah kuman pada peralatan melebihi ambang batas yang dimana Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011, bahwa alat makan tidak boleh mengandung bakteri lebih dari 0 koloni/cm2.  Oleh karena itu , dapat dilihat bahwa sampel alat makan yang  diteliti  dapat  dikatakan tidak  sehat  dan  tidak  layak  untuk  digunakan  oleh masyarakat. 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya hasil pemeriksaan alat makan pada warung bakso tersebut yaitu :
A .       Bahan pencuci
Bahan tidak bersih yang digunakan mencuci piring dapat mengkontaminasi peralatan makan seperti spons dan detergen/sabun pencuci piring yang tidak sesuai.
 B .       Cara pencucian
Pada saat pencucian seharusnya air yang digunakan yaitu air yang mengalir akan tetapi kebanyakan masyarakat masih mencuci dengan wadah seperti ember/baskom yang digunakan berkali-kali sehingga pencucian yang dilakukan kurang bersih sehingga kuman dengan mudah dapat tumbuh dan berkembang.
C .      Adanya sumber pencemaran kuman dan arah angin
Sumber pencemar dapat berasal dari seseorang apabila tidak memiliki personal hygiene dengan baik sehingga dapat mengkontaminasi peralatan makan selain itu arah angin juga dapat berpengaruh jikalau seseorang tersebut mengalami infulensa/batuk saat melakukan pencucian.
D .       Kondisi ruang penyimpanan, debu di udara dan kelembaban ruangan
Tempat penyimpanan peralatan makan yang sudah dicuci dapat terkontaminasi oleh debu yang beterbangan disekitar dapur dan apabila kondisi sanitasi dapur kurang bersih dan rapi makan vector akan datang dengan sendirinya.
E.       Adanya sinar matahari langsung yang masuk ke dalam ruang penirisan/ penyimpanan ( alat yang disimpan diluar misalnya meja )
Apabila penyimpanan ditempatkan dekat dengan jendela atau sinar matahari langsung masuk ke dalam ruangan maka peralatan makan tersebut maka bakteri/kuman dapat tumbuh pada peralatan makan
F .      Kondisi rak penyimpanan.
Kondisi rak penyimpan yang tidak sesuai atau tidak di tata dengan rapi/dibiarkan menumpuk tanpa pemisahan setiap jenis peralatan makan maka dapat terjadi kontaminasi ataupun tumbuhnya kuman.
Adapun faktor lain  yang memungkinkan dapat menyebabkan keberadaan kuman (bakteri) pada alat makan warung bakso tersebut yaitu dapat pula dipengaruhi dari ketidaktelitian praktikan pada saat melalukan percobaan, termasuk pelaksanaan praktikum yang tidak sesuai prinsip kerja, dalam hal ini adalah kesalahan cara pengambilan sampel serta banyak berbicara pada saat melakukan praktikum.
Akibat kontaminasi bakteri terhadap alat makan akan mempengaruhi kesehatan meskipun pada dasarnya tidak berhubungan langsung dengan makanan. Akan tetapi, persyaratan higiene dan sanitasi makanan salah satunya ditentukan oleh peralatan makanan.

KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebersihan alat makan yang telah diperiksa menunjukkan angka kuman yang melebihi ambang batas sehingga tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

SARAN
Sebaiknya  pemilik kantin dan penghuni asrama  lebih memperhatikan sanitasi  rumah dan kamar serta alat makan agar sesuai dengan standar dan  bagi pemilik kantin sebaiknya memperhatikan kebersihan setiap bagian-bagian dari usahanya seperti pada saat pengolahan makanan, kebersihan dapur dan personal hygiene agar makanan dan peralatan selalu dalam keadaan bersih dan steril sehingga terhindar dari bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar